{"id":1110,"date":"2005-03-18T08:13:14","date_gmt":"2005-03-18T08:13:14","guid":{"rendered":"http:\/\/mitrahukum.org\/?p=1110"},"modified":"2012-09-25T08:20:05","modified_gmt":"2012-09-25T08:20:05","slug":"pengajaran-di-fakultas-hukum-ingin-tiru-law-school-di-asgaya-mengajar-para-profesor-hukum-di-amerika-serikat-yang-populer-dan-sering-muncul-di-film-film-telah-menginspirasikan-para-akademisi-fakultas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mitrahukum.org\/en\/pengajaran-di-fakultas-hukum-ingin-tiru-law-school-di-asgaya-mengajar-para-profesor-hukum-di-amerika-serikat-yang-populer-dan-sering-muncul-di-film-film-telah-menginspirasikan-para-akademisi-fakultas\/","title":{"rendered":"Pengajaran di Fakultas Hukum Ingin Tiru Law School di AS"},"content":{"rendered":"<div align=\"justify\">\n<p><span style=\"font-size: small;\">Gaya mengajar para profesor hukum di Amerika Serikat yang populer dan sering muncul di film-film telah menginspirasikan para akademisi fakultas hukum terkemuka di Indonesia. Pola mengajar satu arah yang lazim diterapkan sekarang akankah dikubur dalam-dalam?<\/span><\/p>\n<div>\n<div>\n<div align=\"justify\">Seorang profesor hukum sedang berdiri di muka kelas melemparkan sebuah kasus hukum kepada mahasiswanya. Pada waktu yang bersamaan sang profesor tak henti-hentinya melemparkan lusinan pertanyaan kepada para mahasiswanya sampai mereka dapat membuat kesimpulan yang ia inginkan.Metode mengajar seperti di atas dikenal dengan \u201c<em>The Socratic Methods<\/em>\u201d dan sejak ratusan tahun lamanya diterapkan di sekolah-sekolah hukum di AS. Metode ini dianggap berhasil karena memaksa mahasiswa untuk berfikir kreatif melalui rentetan pertanyaan dan jawaban untuk menghasilkan kesimpulan yang tepat.Gaya mengajar ala Socrates inilah yang didiskusikan dalam pertemuan Badan Kerjasama Dekan Fakultas Hukum Negeri se-Indonesia (BKS) di Universitas Andalas, pada 8-9 Maret 2005 lalu. Menurut Koordinator BKS yang juga Dekan Fakultas Hukum Universitas Indonesia Prof. Hikmahanto Juwana, pola pengajaran di fakultas hukum ke depan dipertimbangkan untuk menerapkan \u201c<em>The Socratic Method<\/em>\u201d.\u201c(The Socratic Method, red) membuat mahasiswa itu harus mencari peraturan perundang-undangannya. Itu membuat mahasiswa lebih kreatif dalam menyampaikan alternatif-alternatif solusi,\u201d jelas Hikmahanto kepada hukumonline. Ia mengatakan bahwa sudah saatnya fakultas hukum meninggalkan metode pengajaran yang satu arah (<em>one way communication<\/em>).<\/p>\n<p>Hal demikian juga diamini oleh Dekan Fakultas Hukum Universitas Andalas Padang Sumatera Barat, Prof. Takdir Rahmadi. Menurut Takdir, metode Socrates baik dan cocok bagi profesi hukum yang mengandalkan kemampuan verbal dalam pekerjaan sehari-hari.<\/p>\n<p>\u201cKarena profesi sarjana hukum inikan mengandalkan bicara, baik sebagai dosen, pengacara, jaksa atau hakim itu adalah bicara. Jadi, perlu keterampilan bicara dan analisa cepat dalam menanggapi sesuatu,\u201d tutur Takdir yang dihubungi hukumonline, pada Kamis (17\/3).<\/p>\n<p>Meski demikian, baik Hikmahanto maupun Takdir mengatakan bahwa evaluasi terhadap metode pengajaran fakultas hukum tersebut masih sebatas usulan. Hikmahanto menjelaskan bahwa BKS akan kembali mengadakan pertemuan khusus membahas evaluasi terhadap kurikulum fakultas hukum pada bulan Oktober di Kalimantan.<\/p>\n<p>Pada kesempatan yang sama, Takdir juga menjelaskan bahwa pertemuan BKS di Padang yang lalu telah menyepakati untuk memberikan bantuan kepada Universitas Syah Kuala, Banda Aceh. \u201cWalaupun masyarakat ataupun pemerintah sudah ada rencana bantuan, tapi fakultas hukum negeri itu sepakat untuk memberi bantuan sukarela yang jumlahnya juga sukarela,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<p><em>(Amr)<\/em><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gaya mengajar para profesor hukum di Amerika Serikat yang populer dan sering muncul di film-film telah menginspirasikan para akademisi fakultas hukum terkemuka di Indonesia. Pola mengajar satu arah yang lazim diterapkan sekarang akankah dikubur dalam-dalam? Seorang profesor hukum sedang berdiri di muka kelas melemparkan sebuah kasus hukum kepada mahasiswanya. Pada waktu yang bersamaan sang profesor [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_themeisle_gutenberg_block_has_review":false,"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":["post-1110","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mitrahukum.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1110","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/mitrahukum.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mitrahukum.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mitrahukum.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mitrahukum.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1110"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/mitrahukum.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1110\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1112,"href":"https:\/\/mitrahukum.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1110\/revisions\/1112"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mitrahukum.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1110"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mitrahukum.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1110"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mitrahukum.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1110"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}